Cara Mengelola Waktu ala Marwah Daud

Oleh: Marwah Daud Ibrahim PhD
“Perjalanan seribu langkah dimulai dengan langkah pertama” (Pepatah CIna)
Peta hidup yang meliputi seluruh kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa depan kita harus dilengkapi dengan rencana yang lebih detil: limatahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian.
Hal-hal besar hanya bisa dicapai dalam kurun waktu panjang. Pembuatan masjid besar seperti Istiqlal, pembuatan agropolitan, perkebunan kelapa sawit atau tambang emas, membutuhkan rencana puluhan tahun. Pembangunan peradaban bahkan memerlukan pekerjaan lintas generasi. Rencana besar dan berjangka panjang ini perlu didetilkan dengan rencana berjangka pendek.
Bersama suami, kami sekeluarga tahun 2002 lalu membuat rencana dan program sepuluh tahunan berupa pembuatan kebun Jati Emas di Sulawesi. Dengan bibit jati emas dari Bondowoso, kami membuat kebun dengan populasi seribu batang per hektar. Harapan kami, sepuluh sampai 15 tahun yang akan dating pohon jati yang sebanyak 2.000 batang tersebut, insya Allah dapat menghasilkan sekitar tiga miliar rupiah (2 ha x 1.000 batang x Rp. 3.000.000 x 0,5 m3 = Rp 3 Miliar).
Setiap malam tahun baru, di saat orang lain umumnya ramai-ramai merayakan pertambahan tahun, saya malah memilih untuk tafakur. Shalat sambil menulis anugerah yang Allah limpahkan kepada saya, keluarga, masyarakat dan bangsa pada tahun yang baru lalu. Saat penting ini juga saya pakai untuk membuat rancangan setahun ke depan. Jadwal tahunan ini kemudian harus terus diisi dengan jadwal kerja, keluarga, dan pribadi.
Seorang mahasiswa, siswa, dan pelajar haruslah telaten untuk membuat jadwal semesterannya. Dengan demikian ia bisa tahu kapan ada ujian, kapan ada di kelas, tugas penulisan, tugas lain, waktu rekreasi dan seterusnya. Di Amerika, jadwal semesterannya dibagikan oleh took buku, dan ini sangat membantu.
Jadwal bulanan dan jadwal mingguan juga harus disusun jika kita akan membuat waktu yang lebih efektif. Dengan penjadwalan inilah kita bisa memilih prioritas harian, mingguan, dan bulanan. Ketika saya menetapkan bulan Juni-Juli 2002 sebagai bulan prioritas penyelesaian buku MHMMD, saya harus menolak undangan LIN untuk seminar di Samarinda, undangan Pernas MASIKA di Riau, dan acara pelatihan Pemda Banten di Serang.
Ketelatenan untuk menyusun jacwal harian merupakan salah satu kunci keberhasilan. Ivy Lee, penemu konsultan manajemen, sekitar 60 tahun yang lalu memberikan jasa konsultasi kepada Charles Schwab, Presiden Bethlehem Steel. “Tuliskan apa yang harus Anda kerjakan besok. Berikan nomor prioritas, kerjakan nomor satu, lalu ikuti nomor dua, dan seterusnya,” kata Lee. Lee kemudian meminta Schwab mencoba teknik yang diberikan, dan memintanya untuk mengirimkan cek sebagai harga konsultasi yang telah diberikannya, senilai yang dianggap patut dan sesuai dengan manfaat teknik pembuatan jadwal harian bagi sukses hidup dan usahanya. Dalam waktu beberapa minggu, Lee menerima cek senilai $25.000 (setara dengan 250 juta rupiah) dari Schwab.
Anda kini punya teknik sukses senilai 250 juta rupiah. Manfaatkanlah!!!
Share on Google Plus

About dzulfiidris

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment