Rasulullah juga Membantu istrinya dalam pekerjaan Rumah Tangga


Oleh: Dzulfi Idris
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa. Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Demikianlah contoh sebuah ketawadhu’an dan sikap rendah hati (tidak takabur) serta tidak memberatkan orang lain. Beliau turut mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah tangga. Seorang hamba Allah yang terpilih tidaklah segan mengerjakan hal itu semua.


Melihat Hadits diatas, menjadi renungan bagi suami-istri dalam menjalankan kehidupan rumah tangga, Salah satu hal yang sering menjadi sumber konflik adalah pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi suami-istri yang masing-masing berkarir untuk kebutuhan hidup.

Di zaman ini, kebanyakan suami seolah-olah enggan untuk membantu istrinya dalam pekerjaan rumah tangga seperti mencuci baju, piring, hal ini mungkin bisa dimaklumi seandainya istrinya seorang ibu rumah tangga dan melakukan segala kegiatan dirumah, dan semua pekerjaan rumah bisa diurus dengan baik oleh istri.

Masalah muncul ketika suami dan istri sama-sama sibuk dengan pekerjaan diluar dan pekerjaan rumah terbengkalai karena istri sulit membagi waktunya. Alangkah baiknya seandainya suami istri yang sibuk bisa menggunakan alternatif-alternatif berikut:

1. Mempekerjakan pembantu rumah tangga.
Pekerjakan pembantu rumah tangga yang telaten dan berprilaku baik, jangan sampai adanya pembantu malah membuat konflik baru, bila tidak terlalu membutuhkan, bisa mempekerjakan hanya PRT part time yang tidak menginap dirumah, ini juga bisa mengirit budget untuk ruang pembantu.

2. Gunakan teknologi yang mempercepat pekerjaan rumah tangga
Seandainya mempekerjakan pembantu rumah tangga tidak memungkinkan, kita bisa membeli peralatan yang membuat pekerjaan rumah tangga lebih mudah dan cepat, seperti mesin cuci untuk mencuci, pompa air untuk air, pencuci piring otomatis, dan lain-lain.

3. Membagi Tugas antara Suami dan Istri
bila kedua opsi di atas tidak memungkinkan, suami-istri bisa membagi tugasnya dalam pekerjaan rumah tangga, suami jangan gengsi atau harga diri jatuh karena membantu pekerjaan rumah tangga sebagaimana istri membantu dalam mencari nafkah, istripun jangan sampai merasa tinggi harga diri sehingga tidak menghormati suaminya lagi
Share on Google Plus

About dzulfiidris

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment